Menata Sumber Air We Konon, Menyelamatkan Anak Cucu

image 2

Nama saya Gabriel Manek, 42 tahun, anggota kelompok tani We Inan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Salah satu kegiatan yang saya senangi adalah perlindungan dan penataan sumber mata air We Konon di desa kami.

Pada awal tahun 2025, YMTM memfasilitasi pelatihan perlindungan dan penataan sumber mata air. Sebagai tindak lanjut, kami mengidentifikasi sumber-sumber air di desa dan sepakat menata sumber mata air We Konon di Dusun Wehedan. Bersama 50 kepala keluarga dari 4 dusun, kami mulai memperbaiki sumur tanah dan menggantikannya dengan semen, dengan dukungan dari Caritas Australia melalui YMTM.

Selanjutnya kami membangun 21 unit sumur resapan, 5 unit terjunan air, dan 13 unit smile burn (bulan senyum). Kami juga menanam 25 pohon pinang, 10 pohon kelapa, dan 30 pohon pisang. Pemilik lahan di sekitar sumber air turut menanam tanaman hortikultura seperti tomat, sawi, terung, dan lombok, sementara di bagian atas sumber air dikembangkan terasering dan tanaman umur panjang sebagai area resapan.

Untuk keberlanjutan pengelolaan sumber air ini, kami membuat kesepakatan bersama berupa kewajiban, hak, larangan, dan sanksi bagi seluruh masyarakat pemanfaat. Kini debit air sudah besar dan bisa digunakan untuk minum dan mandi. Pada 6 Maret 2025, sumber air ini dikunjungi langsung oleh Caritas Australia. Kami yakin We Konon tidak akan kering lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Terima kasih YMTM dan Caritas Australia atas dukungannya.