Pertemuan Tahunan Wilayah TTS Perkuat Evaluasi dan Kemandirian Kelompok Dampingan YMTM

whatsapp image 2026 06 27 at 09.53.04

TTS, NTT – Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Wilayah Timor Tengah Selatan (TTS) pada 23–24 Juni 2026 di Desa Lelobatan, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi bersama bagi desa-desa dampingan YMTM sekaligus memperkuat komitmen menuju organisasi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan.

Pertemuan tahunan ini melibatkan 11 desa dampingan YMTM yang berasal dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Mollo Utara, Fatumnasi, dan Tobu. Selama dua hari, para peserta melakukan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendampingan dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat.

Forum ini menjadi ruang bagi setiap desa untuk mempresentasikan capaian, tantangan, serta berbagai praktik baik yang telah dilakukan. Melalui proses saling belajar dan berbagi pengalaman, peserta memperoleh masukan untuk memperkuat program-program yang telah berjalan, khususnya dalam pengembangan Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP), pengelolaan aset kelompok, dan usaha peternakan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Mollo Utara, Sole Nope, ST, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi YMTM dalam mendampingi masyarakat desa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap ke depan pendampingan terhadap UBSP dan pengadaan sapi DPB dapat terus ditingkatkan karena kedua program tersebut sangat membantu para petani di desa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lelobatan menyampaikan bahwa pertemuan tahunan menjadi momentum penting untuk memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengelolaan usaha bersama.

“Kegiatan ini merupakan awal bagi kita untuk melangkah menuju kemandirian. Saat ini modal UBSP Desa Lelobatan telah berkembang hingga kurang lebih Rp200 juta. Ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama dan pengelolaan yang baik, masyarakat mampu membangun kekuatan ekonominya sendiri,” ungkapnya.

Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama sesi evaluasi. Mama Elisabet Oematan berharap semangat yang telah dibangun selama ini tetap dipertahankan meskipun nantinya ada perubahan dalam dukungan program.

“Kegiatan ini harus terus berlanjut. Walaupun CA sudah tidak bekerja sama, kami percaya YMTM tidak akan pernah meninggalkan kami. Kita masih memiliki aset yang telah dibangun bersama, dan aset itu harus kita manfaatkan agar kegiatan kelompok tetap berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Bapak Marten Giri menekankan pentingnya membangun swadaya dari setiap desa agar kegiatan kelompok tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan dari luar.

“Kita sepakat untuk mulai membangun swadaya dari setiap desa agar kegiatan tetap berjalan. Pertemuan seperti ini sangat bermanfaat karena kita dapat saling mengevaluasi kekurangan masing-masing desa, kemudian bersama-sama mencari solusi demi kemajuan desa menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama,” katanya.

Melalui Pertemuan Tahunan Wilayah TTS ini, YMTM kembali menegaskan pentingnya proses belajar bersama sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya menjadi sarana melihat hasil yang telah dicapai, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi masyarakat, meningkatkan kapasitas kelompok, serta mendorong pengembangan usaha ekonomi yang berkelanjutan.

Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan menjadi modal utama bagi seluruh desa dampingan untuk terus memperkuat kelembagaan, mengembangkan potensi lokal, dan mewujudkan masyarakat yang mandiri, tangguh, serta sejahtera.

whatsapp image 2026 06 27 at 09.53.04 (1)

© 2026 Yayasan Mitra Tani Mandiri. Hak cipta dilindungi.