Temu Tahunan Petani Kabupaten Belu Perkuat Kolaborasi Menuju Kemandirian Pangan dan Organisasi Petani

whatsapp image 2026 06 27 at 10.10.19

Belu, NTT – Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) menyelenggarakan Temu Tahunan Petani Wilayah Kabupaten Belu pada 22–23 Juni 2026 di Desa Foho Eka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara petani, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Kolaborasi Multi Pihak Melalui Pengembangan Usaha Ekonomis dan Komoditas Unggulan Berbasis Pertanian Cerdas Iklim Menuju Terwujudnya Kemandirian Pangan dan Organisasi Petani,” kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun sektor pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim, meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan, memperkuat kelembagaan petani, serta mewujudkan kemandirian pangan di tingkat masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Nanaet Duabesi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada YMTM atas komitmennya dalam mendampingi petani dan mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Belu.

“Kami mengapresiasi upaya YMTM yang terus hadir mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu,” ujarnya.

Belajar Langsung dari Praktik Baik Petani

Salah satu agenda utama dalam temu tahunan ini adalah kunjungan belajar ke enam lokasi kebun yang telah dipersiapkan oleh petani di Desa Foho Eka. Seluruh peserta dibagi ke dalam enam kelompok untuk melihat secara langsung praktik-praktik pertanian yang telah berhasil diterapkan.

Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan lahan, pengembangan komoditas unggulan, serta penerapan pertanian cerdas iklim yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Inspirasi dari Para Pelaku Usaha Tani

Kegiatan semakin kaya dengan sesi berbagi pengalaman dari para petani dan pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan berbagai usaha ekonomis di wilayah dampingan YMTM.

Bapak Yosep Leonardus Hale membagikan kisah suksesnya dalam mengembangkan usaha penggemukan sapi, mulai dari manajemen pemeliharaan hingga strategi meningkatkan nilai jual ternak.

Sementara itu, Yunita Kluni Makokon memberikan inspirasi kepada peserta, khususnya generasi muda, melalui pengalamannya membangun usaha jamu instan yang mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian lokal.

Pengalaman lain disampaikan oleh Ibu Febriana Paebesi, yang memaparkan keberhasilan kelompoknya dalam mengelola usaha bersama simpan pinjam di Desa Sarabau sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi anggota.

Dari Desa Foho Eka, Ibu Rosalinda Olo berbagi cerita mengenai pengembangan kebun kopi sebagai komoditas unggulan desa yang memiliki potensi ekonomi tinggi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Desa Foho Eka memaparkan upaya desa dalam mengembangkan kebun pangan berbasis ubi kayu dan jagung sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan potensi lokal.

Pemerintah Dorong Kolaborasi Hadapi Perubahan Iklim

Dalam sesi dialog, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Silvia Celeste Do Amaral, menyampaikan berbagai kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Belu. Ia menekankan bahwa tantangan perubahan iklim memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, lembaga pendamping, dan petani.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan sinergi bersama petani, lembaga pendamping, dan seluruh pemangku kepentingan agar inovasi pertanian dapat berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

YMTM Tegaskan Komitmen Mendampingi Petani

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama YMTM, Ir. Josef Maan, menyampaikan perjalanan serta komitmen YMTM dalam mendampingi masyarakat selama ini. Ia mengajak seluruh petani untuk terus memperkuat organisasi, mengembangkan usaha ekonomi produktif, serta menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi pembangunan pertanian.

“Kemandirian pangan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan organisasi petani yang kuat, kemauan untuk terus belajar, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. YMTM akan terus hadir mendampingi masyarakat agar setiap kelompok mampu berkembang, mandiri, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi komunitas,” ungkapnya.

whatsapp image 2026 06 27 at 10.10.18

Apresiasi bagi Peternak Berprestasi

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para petani, YMTM memberikan penghargaan kepada tiga peternak yang berhasil menghasilkan sapi dampingan YMTM dengan bobot terberat. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para petani terus meningkatkan kualitas pengelolaan usaha peternakan dan pertanian mereka.

whatsapp image 2026 06 27 at 10.10.18 (1)

Membangun Masa Depan Pertanian yang Berkelanjutan

Temu Tahunan Petani Wilayah Kabupaten Belu ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antarpetani, pemerintah, lembaga pendamping, dan seluruh mitra pembangunan.

Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama yang diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pertanian cerdas iklim, memperkuat organisasi petani, meningkatkan usaha ekonomi masyarakat, serta mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Belu.

YMTM berharap kegiatan ini dapat terus menjadi ruang belajar bersama yang mendorong lahirnya inovasi, mempererat solidaritas antarpetani, dan memperkuat komitmen seluruh pihak dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

© 2026 Yayasan Mitra Tani Mandiri. Hak cipta dilindungi.